Deni Putra Pratama
6015210044
Pendahuluan
BPMN
(Business Process Modelling Notation) adalah suatu metodologi yang relatif baru
tetapi saat ini mulai banyak diterima oleh kalangan luas sebagai suatu model
standar untuk menggambarkan proses bisnis suatu organisasi. BPMN tidak hanya
terdiri atas model diagram tetapi juga dilengkapi dengan serangkaian alat bantu
untuk menurunkan proses tersebut menjadi bahasa eksekusi bisnis. Kelebihan
metode BPMN dalam suatu masalah terletak pada kemampuannya untuk memodelkan
bisnis yang bertipe e-bisnis dengan aliran informasi berupa pesan-pesan yang dilewatkan
antar entitas bisnis, BPMN juga dicoba diterapkan untuk memodelkan proses
bisnis fungsi logistik di sebuah perusahaan model BPMN dipilih karena dianggap
dapat menggambarkan kondisi proses bisnis yang sebenarnya, yang melibatkan
berbagai pihak di luar perusahaan dalam mengelola logistik. Tujuan utama dari
BPMN adalah menyediakan notasi yang mudah digunakan dan bisa dimengerti oleh
semua orang yang terlibat dalam bisnis, yang meliputi bisnis analis yang
memodelkan proses bisnis, pengembang teknik yang membangun sistem yang
melaksanakan bisnis, dan berbagai tingkatan manajemen yang harus dapat membaca
dan memahami proses diagram dengan cepat sehingga dapat membantu dalam
pengambilan keputusan.
2. Pemodelan
proses bisnis ke dalam workflow digunakan sebagai sarana organisasi
untuk mengembangkan proses bisnis yang dapat membantu pengelolaan agar efisien
dan mudah dalam mengidentifikasi masalah, Elemen penting
suksesnya sebuah organisasi adalah kemampuannya untuk terus-menerus
mengembangkan kinerja bisnis prosesnya karena semakin baik proses bisnis suatu
organisasi, semakin baik pula kinerja organisasi tersebut. Proses bisnis banyak
dimodelkan sebagai workflow dengan menggunakan BPMN (Business Process Modelling
Notation) karena BPMN memiliki fitur dan notasi yang mampu menggambarkan bisnis
proses seperti kondisi yang real. Untuk menganalisa proses bisnis atau
workflow, PetriNets dan ekstensinya banyak digunakan sebagai bahasa pemodelan
formal untuk menganalisis model workflow. PetriNets adalah perangkat untuk
memodelkan, menganalisis dan menjelaskan sistem concurrent dengan workflow yang
kompleks. Namun demikian PetriNets, jarang digunakan pada lingkungan bisnis
karena notasi workflow pada PetriNets tidak mudah dimengerti oleh orang awam.
TEORI
Proses
bisnis adalah suatu aktivitas atau suatu kumpulan dari aktivitas yang bertujuan
untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam suatu organisasi. Proses bisnis
merupakan asset intelektual strategis dan penting yang perlu dipahami dan
dikelola secara proaktif. Proses bisnis berhubungan erat dengan perusahaan,
karena telah mendefinisikan cara bagaimana tujuan perusahaan dapat tercapai.
Proses bisnis juga didefinisikan secara komperhensif, yaitu suatu jaringan dari
aktivitas aktivitas dan buffer yang terhubung dengan batasan yang jelas dimana
memanfaatkan sumber daya untuk mentransformasi input menjadi output sebagai
tujuan dari memuaskan keinginan pelanggan. Dalam operasional sebuah organisasi
bisnis, proses bisnis merupakan hal utama yang harus ditata dengan jelas dan
benar. Proses bisnis adalah suatusistem yang harus dimengerti oleh seorang
analis untuk memecahkan masalah pada sistem serta meningkatkan efektifitas dan
efisiensi dari sistem yang sebelumnyadengan mencari fakta yang komprehensif.
Suatu proses bisnis merupakan serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mencapai
tujuan organisasi. Suatu proses bisnis dapat terdiri dari beberapa aktivitas.
Kejadian (event) merupakan suatu aktivitas tunggal yang terdapat pada sebuah
proses bisnis.
Proses
bisnis adalah serangkaian atau sekumpulan aktifitas yang dirancang untuk
menyelesaikan tujuan strategik sebuah organisasi, seperti pelanggan dan pasar
(Hollander, Denna, dan Cherrington, 2000). Proses bisnis memiliki beberapa
karakteristik antara lain (Sparx System, 2004)
1.
Memiliki tujuan
2.
Memiliki input tertentu
3.
Memiliki output tertentu
4.
Menggunakan sumberdaya
5.
Memiliki sejumlah aktifitas yang dilakukan dalam suatu urutan
6.
Dapat mempengaruhi lebih dari satu unit organisasional.
7.
Menciptakan suatu nilai untuk konsumen.
Proses
bisnis dijelaskan secara terinci dalam bentuk aktifitas tertentu yang disebut
peristiwa (event). Seluruh peristiwa terdiri dari aktifitas-aktifitas yang
lebih rinci lagi, yang dapat berupa bagian dari proses operasi, proses
informasi, dan proses manajemen. Proses operasi merupakan rangkaian peristiwa
operasional dalam rangka menyediakan barang dan jasa kepada pelanggan.
Peristiwa semacam pemasaran barang, penerimaan order, pengiriman barang, dan
pembayaran adalah contoh berbagai peristiwa yang termasuk dalam proses bisnis
operasi penjualan Proses informasi mencakup tiga aktifitas utama: pencatatan
data atas transaksi operasi, pemeliharaan data referensi yang penting atas
kumpulan operasional tersebut, dan pelaporan informasi yang berguna pada
manajemen – dan sistem informasi akuntansi merupakan representasi proses
informasi. Proses manajemen menggunakan input dari proses operasi dan proses
informasi untuk pengambilan keputusan dan kebijakan sebagai outputnya.
ANALISIS
1. Berdasarkan
kasus 1 dimana BPMN (Business Process Modelling Notation) adalah suatu
metodologi yang relatif baru tetapi saat ini mulai banyak diterima oleh
kalangan luas sebagai suatu model standar untuk menggambarkan proses bisnis
suatu organisasi, dimana memanfaatkan sumber daya untuk mentransformasi input
menjadi output sebagai tujuan dari memuaskan keinginan pelanggan. Dalam
operasional sebuah organisasi bisnis, proses bisnis merupakan hal utama yang
harus ditata dengan jelas dan benar. (Hollander, Denna, dan Cherrington, 2000).
2. Berdasarkan
kasus 2 yaitu workflow digunakan sebagai sarana organisasi untuk mengembangkan
proses bisnis yang dapat membantu pengelolaan agar efisien dan mudah dalam
mengidentifikasi masalah Namun demikian PetriNets, jarang digunakan pada
lingkungan bisnis karena notasi workflow pada PetriNets tidak mudah dimengerti
oleh orang awam. Seharusnya perusahaan tersebut bisa Menciptakan suatu nilai
untuk konsumen dan dapat mempengaruhi lebih dari satu unit organisasional
karena tidak banyak orang awam yang mau dan didukung oleh lingkungan sekitar
untuk bisa mengitu perkembangan di era seperti ini jadi perusahaan seharusnya
bisa mengutamakan nilai-nilai untuk konsumen nya dan tidak hanya mengembangkan
di suatu daerah sekitar atau salah kota saja tapi bisa merata dan bisa dikenal
serta dimanfaatkan oleh orang awam tidak hanya pada beberapa unit
organisasional saja.(Sparx System, 2004)
KESIMPULAN
Proses
bisnis adalah serangkaian atau sekumpulan aktifitas yang dirancang untuk
menyelesaikan tujuan strategik sebuah organisasi, seperti pelanggan dan pasar
(Hollander, Denna, dan Cherrington, 2000). Dalam menggambarkan proses bisnis
suatu organisasi, salah satunya adalah dengan memanfaatkan sumber daya yang
kemudian ditransformasi kedalam proses input kemudian menjadi output, salah
satu adalah pemberian pelayanan sebagai tujuan dari memuaskan keinginan
pelanggan. Selain itu, menciptakan suatu nilai untuk konsumen, karena dengan
menciptakannya suatu nilai tertentu terhadap konsumen dapat membantu berjalannya
sebuah proses bisnis.
DAFTAR PUSTAKA
Rosmala, D. (2007). Pemodelan Proses Bisnis B2B
dengan BPMN (Studi Kasus Pengadaan Barang pada Divisi Logistik).
Anggrainingsih, R., Yohanes, S. P., & Umi,
S. (2014). Analisis Dan Verifikasi Workflow Mengggunakan Petri (Studi kasus;
Proses Bisnis di Universitas Sebelas Maret). Semantik 2014.
Hamzah, R. (2006). Identifikasi Pengendalian
Aplikasi dalam Analisis Proses Bisnis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar