Rabu, 21 Maret 2018

VISI DAN MISI


DENI PUTRA PRATAMA
6015210044

Pendahuluan
Saat membangun perusahaan sama saja dengan membangun perjalanan, sebelum memulai perjalanan perusahaan terlebih dahulu akan menentukan tujuan kemana perjalanan itu, bila belum mempunyai visi perusahaan itu tidak akan bergerak kemanapun karena belum memiliki tujuan usaha. Contoh Visi dan Misi Perusahaan :

1.      PT. Amerta Indah Otsuka

VISI :  Menjadi perusahaan yang BRILLIANT, dengan memberikan kontribusi yang signifikan dan terpercaya bagi konsumen serta masyarakat
MISI :
  1. Mengembangkan dan mempertahankan karyawan yang berkualitas tinggi untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi.
  2. Menjadikan kebutuhan dan kesejahteraan konsumen dan masyarakat sebagai prioritas utama.
  3. Menangkap peluang di semua aspek secara tepat dan inovatif untuk kesejahteraan dan kepuasan konsumen serta perkembangan perusahaan.
  4. Mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan dengan rekan bisnis.
  5. Menjadi perusahaan yang terpercaya.


2.      PT. Semen Indonesia (persero) 

VISI : Menjadi perusahaan persemenan internasional yang terkemuka di asia tenggara.


MISI :
1.      Mengembangkan usaha persemenan dan industri terkait yang berorientasikan kepuasan konsumen.
2.      Mewujudkan perusahaan berstandar internasional dengan keunggulan daya saing dan sinergi untuk meningkatkan nilai tambah secara berkesinambungan.
3.      Mewujudkan tanggung jawab social serta ramah lingkungan.
4.      Memberikan nilai terbaik kepada para pemangku kepentingan (stakeholders).
5.      Membangun kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia.

3.      PT. Hydro water  technology

VISI : The world number 1 in technology

MISI :
1.      Menjadikan pembeli sebagai pelanggan seumur hidup dan memberikan solusi terbaik bagi permasalahan air mereka serta memberikan pelayanan melebihi harapan pelanggan dan orientasi kebutuhan dimasa yang akan datang.
2.      Perusahaan membina dan mengembangkan kompetensi karyawan dengan cara belajar melalui penugasan, training, coaching, counseling dan mentoring untuk pengembangan karir dan kesejahteraan.
3.      Mengembangkan sistem operasi perusahaan yang efektif, efisien dan ekonomis sehingga meningkatkan keuntungan perusahaan.

TEORI
Menurut Calam dan Qurniati (2016) Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistik dan ingin mewujudkan dalam kurun waktu tertentu. Visi adalah pernyataan yang diucapkan atau ditulis hari ini, yang merupakan proses manajemen saat ini dan menjangkau masa yang akan datang.
Menurut Hax dan Majluf dalam (Calam dan Quniati, 2016) Hax dan Majluf dalam Akdon (2006) menyatakan bahwa visi adalah pernyataan yang merupakan sarana untuk:
 1. Mengkomunikasikan alasan keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan tugas pokok.
 2. Memperlihatkan framework hubungan antara organisasi dengan stakeholders (sumber daya manusia organisasi, konsumen/citizen dan pihak lain yang terkait).
3. Menyatakan sasaran utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan dan perkembangan.

Menurut Akdon (2006) terdapat beberapa kriteria dalam merumuskan visi, antara lain:
 1. Visi bukan fakta, tetapi gambaran pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan.
2. Visi dapat memberikan arahan, mendorong anggota organisasi untuk mewujudkan kinerja yang baik.
3. Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan.
4. Menjembatani masa kini dan masa yang akan datang.
5. Gambar yang realistis dan kredibel dengan masa depan yang menarik.
Selain itu Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai organisasi bagi pihak yang berkepentingan di masa datang menurut Akdon (2007).
Sedangkan pembelajaran sebelumnya visi juga harus dibuat secara SMART, yaitu :
S: Specific, visi harus ditetapkan secara jelas agar dapat focus pada target yang akan dicapai.
M: Measurable, Visi yang akan dicapai haruslah dapat diukur dengan jelas.
A: Acheivable, visi yang ditetapkan harus bisa dicapai.
R: Reasonable, Visi yang ditetapkan harus beralasan dan masuk akal.
T: Time, Visi yang ditetapkan harus tau kapan dicapai.

ANALISIS
1.PT. Amerta Indah Otsuka 
Berdasarkan analisis dengan menggunakan konsep SMART, PT. Amerta Indah Otsuka belum sesuai dengan konsep SMART yang sudah dipelajari, karena dalam visi  PT. Amerta Indah Otsuka R (reasonable) dalam membentuk alasan visi nya tersebut yaitu Menjadi perusahaan yang BRILLIANT, dengan memberikan kontribusi yang signifikan dan terpercaya bagi konsumen serta masyarakat.

2. PT. Semen Indonesia (persero)
Berdasarkan analisis dengan menggunakan konsep SMART, PT. Semen Indonesia (persero) termasuk yang cukup baik hanya saja kurang T (time) karena tidak ditetapkan visi yang sudah ditetapkan kapan dicapai dalam visi nya tersebut berdasarkan analisis menggunakan konsep SMART untuk S,M,A,R sudah memenuhi seperti visi dari PT.Semen Indonesia (persero) yaitu Menjadi perusahaan persemenan internasional yang terkemuka di asia tenggara. S(specific) M(measurable) A(achievable) R(reasonable).

3. PT. Hydro water  technology
 Berdasarkan analisis dengan menggunakan konsep SMART, visi dari PT. Hydro water  technology sudah S(specific), belum M(measurable) karena visi belum bisa diukur dengan jelas, mungkin bisa dicapai M(measurable) karena ingin menjadi nomor 1 didunia namun tidak dijelaskan kapan target itu harus dicapai, belum A(achievable) visi yang ditetapkan belum tau akan dicapai atau tidak karena kurang spesifik, R(reasonable) sebenernya masuk namun untuk menjadi nomor 1 didunia harus mempunya target kapan visi itu dicapai dengan jelas, belum ada T(time) karena dari visi tersebut tidak ada tujuan kapan akan di wujudkan.


KESIMPULAN DAN SARAN
Dari ketiga perusahaan yang sudah dianalisi berdasarkan konsep SMART 2 dari 3 perusahaan tersebut cukup tidak termasuk dalam konsep SMART ini dan 1 dari 3 perusahaan tersebut cukup baik hanya saja tidak ada TIME yang jelas kapan visi itu akan dicapai dan dari ketiga perusahaan tersebut sebenarnya sangat diperlukan TIME dari visi 3 perusahaan itu karena visi yang ditetapkan harus tau kapan dicapai.


DAFTAR PUSTAKA
Akdon. 2006. Strategis Managemen for educational management, Bandung:Alfabeta.
Calam, A., & Qurniati, A. (2016). Merumuskan Visi dan Misi Lembaga Pendidikan. Jurnal SAINTIKOM Vol15(1).




Rabu, 14 Maret 2018

Bisnis Proses


Deni Putra Pratama
6015210044

Pendahuluan
BPMN (Business Process Modelling Notation) adalah suatu metodologi yang relatif baru tetapi saat ini mulai banyak diterima oleh kalangan luas sebagai suatu model standar untuk menggambarkan proses bisnis suatu organisasi. BPMN tidak hanya terdiri atas model diagram tetapi juga dilengkapi dengan serangkaian alat bantu untuk menurunkan proses tersebut menjadi bahasa eksekusi bisnis. Kelebihan metode BPMN dalam suatu masalah terletak pada kemampuannya untuk memodelkan bisnis yang bertipe e-bisnis dengan aliran informasi berupa pesan-pesan yang dilewatkan antar entitas bisnis, BPMN juga dicoba diterapkan untuk memodelkan proses bisnis fungsi logistik di sebuah perusahaan model BPMN dipilih karena dianggap dapat menggambarkan kondisi proses bisnis yang sebenarnya, yang melibatkan berbagai pihak di luar perusahaan dalam mengelola logistik. Tujuan utama dari BPMN adalah menyediakan notasi yang mudah digunakan dan bisa dimengerti oleh semua orang yang terlibat dalam bisnis, yang meliputi bisnis analis yang memodelkan proses bisnis, pengembang teknik yang membangun sistem yang melaksanakan bisnis, dan berbagai tingkatan manajemen yang harus dapat membaca dan memahami proses diagram dengan cepat sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan.

2.      Pemodelan proses bisnis ke dalam workflow digunakan sebagai sarana organisasi untuk mengembangkan proses bisnis yang dapat membantu pengelolaan agar efisien dan mudah dalam mengidentifikasi masalah, Elemen penting suksesnya sebuah organisasi adalah kemampuannya untuk terus-menerus mengembangkan kinerja bisnis prosesnya karena semakin baik proses bisnis suatu organisasi, semakin baik pula kinerja organisasi tersebut. Proses bisnis banyak dimodelkan sebagai workflow dengan menggunakan BPMN (Business Process Modelling Notation) karena BPMN memiliki fitur dan notasi yang mampu menggambarkan bisnis proses seperti kondisi yang real. Untuk menganalisa proses bisnis atau workflow, PetriNets dan ekstensinya banyak digunakan sebagai bahasa pemodelan formal untuk menganalisis model workflow. PetriNets adalah perangkat untuk memodelkan, menganalisis dan menjelaskan sistem concurrent dengan workflow yang kompleks. Namun demikian PetriNets, jarang digunakan pada lingkungan bisnis karena notasi workflow pada PetriNets tidak mudah dimengerti oleh orang awam.


TEORI
Proses bisnis adalah suatu aktivitas atau suatu kumpulan dari aktivitas yang bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam suatu organisasi. Proses bisnis merupakan asset intelektual strategis dan penting yang perlu dipahami dan dikelola secara proaktif. Proses bisnis berhubungan erat dengan perusahaan, karena telah mendefinisikan cara bagaimana tujuan perusahaan dapat tercapai. Proses bisnis juga didefinisikan secara komperhensif, yaitu suatu jaringan dari aktivitas aktivitas dan buffer yang terhubung dengan batasan yang jelas dimana memanfaatkan sumber daya untuk mentransformasi input menjadi output sebagai tujuan dari memuaskan keinginan pelanggan. Dalam operasional sebuah organisasi bisnis, proses bisnis merupakan hal utama yang harus ditata dengan jelas dan benar. Proses bisnis adalah suatusistem yang harus dimengerti oleh seorang analis untuk memecahkan masalah pada sistem serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari sistem yang sebelumnyadengan mencari fakta yang komprehensif. Suatu proses bisnis merupakan serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi. Suatu proses bisnis dapat terdiri dari beberapa aktivitas. Kejadian (event) merupakan suatu aktivitas tunggal yang terdapat pada sebuah proses bisnis.

Proses bisnis adalah serangkaian atau sekumpulan aktifitas yang dirancang untuk menyelesaikan tujuan strategik sebuah organisasi, seperti pelanggan dan pasar (Hollander, Denna, dan Cherrington, 2000). Proses bisnis memiliki beberapa karakteristik antara lain (Sparx System, 2004)
1. Memiliki tujuan
2. Memiliki input tertentu
3. Memiliki output tertentu
4. Menggunakan sumberdaya
5. Memiliki sejumlah aktifitas yang dilakukan dalam suatu urutan
6. Dapat mempengaruhi lebih dari satu unit organisasional.
7. Menciptakan suatu nilai untuk konsumen.

Proses bisnis dijelaskan secara terinci dalam bentuk aktifitas tertentu yang disebut peristiwa (event). Seluruh peristiwa terdiri dari aktifitas-aktifitas yang lebih rinci lagi, yang dapat berupa bagian dari proses operasi, proses informasi, dan proses manajemen. Proses operasi merupakan rangkaian peristiwa operasional dalam rangka menyediakan barang dan jasa kepada pelanggan. Peristiwa semacam pemasaran barang, penerimaan order, pengiriman barang, dan pembayaran adalah contoh berbagai peristiwa yang termasuk dalam proses bisnis operasi penjualan Proses informasi mencakup tiga aktifitas utama: pencatatan data atas transaksi operasi, pemeliharaan data referensi yang penting atas kumpulan operasional tersebut, dan pelaporan informasi yang berguna pada manajemen – dan sistem informasi akuntansi merupakan representasi proses informasi. Proses manajemen menggunakan input dari proses operasi dan proses informasi untuk pengambilan keputusan dan kebijakan sebagai outputnya.


ANALISIS
1.      Berdasarkan kasus 1 dimana BPMN (Business Process Modelling Notation) adalah suatu metodologi yang relatif baru tetapi saat ini mulai banyak diterima oleh kalangan luas sebagai suatu model standar untuk menggambarkan proses bisnis suatu organisasi, dimana memanfaatkan sumber daya untuk mentransformasi input menjadi output sebagai tujuan dari memuaskan keinginan pelanggan. Dalam operasional sebuah organisasi bisnis, proses bisnis merupakan hal utama yang harus ditata dengan jelas dan benar. (Hollander, Denna, dan Cherrington, 2000).
2.      Berdasarkan kasus 2 yaitu workflow digunakan sebagai sarana organisasi untuk mengembangkan proses bisnis yang dapat membantu pengelolaan agar efisien dan mudah dalam mengidentifikasi masalah Namun demikian PetriNets, jarang digunakan pada lingkungan bisnis karena notasi workflow pada PetriNets tidak mudah dimengerti oleh orang awam. Seharusnya perusahaan tersebut bisa Menciptakan suatu nilai untuk konsumen dan dapat mempengaruhi lebih dari satu unit organisasional karena tidak banyak orang awam yang mau dan didukung oleh lingkungan sekitar untuk bisa mengitu perkembangan di era seperti ini jadi perusahaan seharusnya bisa mengutamakan nilai-nilai untuk konsumen nya dan tidak hanya mengembangkan di suatu daerah sekitar atau salah kota saja tapi bisa merata dan bisa dikenal serta dimanfaatkan oleh orang awam tidak hanya pada beberapa unit organisasional saja.(Sparx System, 2004)



KESIMPULAN
Proses bisnis adalah serangkaian atau sekumpulan aktifitas yang dirancang untuk menyelesaikan tujuan strategik sebuah organisasi, seperti pelanggan dan pasar (Hollander, Denna, dan Cherrington, 2000). Dalam menggambarkan proses bisnis suatu organisasi, salah satunya adalah dengan memanfaatkan sumber daya yang kemudian ditransformasi kedalam proses input kemudian menjadi output, salah satu adalah pemberian pelayanan sebagai tujuan dari memuaskan keinginan pelanggan. Selain itu, menciptakan suatu nilai untuk konsumen, karena dengan menciptakannya suatu nilai tertentu terhadap konsumen dapat membantu berjalannya sebuah proses bisnis.





DAFTAR PUSTAKA

Rosmala, D. (2007). Pemodelan Proses Bisnis B2B dengan BPMN (Studi Kasus Pengadaan Barang pada Divisi Logistik).

Anggrainingsih, R., Yohanes, S. P., & Umi, S. (2014). Analisis Dan Verifikasi Workflow Mengggunakan Petri (Studi kasus; Proses Bisnis di Universitas Sebelas Maret). Semantik 2014.

Hamzah, R. (2006). Identifikasi Pengendalian Aplikasi dalam Analisis Proses Bisnis.